Webinar “Penyebab dan Upaya Prefentif Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH) di Masyarakat”

Dilatarbelakangi oleh banyaknya laporan dari masyarakat mengenai pelanggaran hak anak, Labolatorium Bidang Psikologi Sosial Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga, mengadakan webinar yang mengangkat tema “Penyebab dan Upaya Prefentif Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH) di Masyarakat”. Webinar yang diselenggarakan pada hari Senin 28 September 2020, dinarasumberi oleh Bapak Panggih Priyo Subagyo S.Psi dan Bapak Muslim Hidayat M.A menjelaskan mengenai apa itu ABH, penyebab, dan upaya preventive ABH di masyarakat.

Banyaknya laporan dari masyarakat mengenai pelanggaran hak anak, seperti jumlah Abh di Indonesia dari tahun 2011-2019 berdasarkan KPAI yaitu sebanyak 11.492 kasus dari berbagai kasus seperti kasus kekerasan seksual, psikis dan psikis. Penyelesaian masalah anak yang berhadapan dengan hokum terdapat penyelesaian dengan diversi yang merupakan pengalihan perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses diluar perladilan pidana. Selain itu, juga terdapat berbagai tindakan lainnya seperti dikembalikan kepada orang tua, penyerahan kepada seseorang, perawatan di rumah sakit jiwa, perawatan di LPKS, dan lain sebagainya.

Dijelaskan oleh Bapak Panggih bahwa “Terkadang masyarakat kita belum siap jika ada yang masuk penjara, maka terdapat stigma negative, sehingga terjadi penolakan ketika anak kembali kemasyarakat atau sekolah”. Hal inilah yang sebenarnya menjadi PR bagi masyarakat untuk menghilangkan stigma negative anak yang bermasalah dengan hukum.

Dijelaskan oleh Bapak Muslim “Bahwasanya anak yang bermasalah dengan hokum itu bukan penyebab, tapi itu akibat dari orang dewasa yang mempengaruhinya. Anak melakukan sesuatu itu karena pernah diajari sesuatu. Sehingga dalam perilaku anak yang melakukan kejahatan berangkat dari kondisi yang sebelumnya”.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menekan supaya tidak terjadi anak ABH terdapat tiga opsi, diantaranya pengawasan dari orang tua, kebijakan yang lintas sektoral dan respon stakeholder dari baris data tunggal. (Nisrina)