Mengenal Karakter Melalui Tulisan Tangan (Grafologi)

Afidah Ilhama Fikri

Magnet Solusi Integra mengadakan webinar series (8/8) dengan tema “Managing People”. Webinar kali ini mengusung judul “Mengenal Karakter Melalui Tulisan Tangan (Grafologi)” dengan narasumber Daru Ambaretno Daneswari, CHA. Grafologi (analisa tulisan tangan) merupakan salah satu sistem hasil penelitian yang sudah tervalidasi untuk menggambarkan kepribadian seseorang melalui analisa tulisan tangannya. Setiap pikiran manusia mengandung perpaduan karakter dan akumulasi pengalaman hidup yang unik dan sangat kompleks, tulisan tangan mencerminkan hal ini dengan terus berevolusi secara konsisten. Setiap orang memiliki tulisan tangan yang berbeda-beda, tidak ada dua sampel tulisan orang yang sama.

Grafologi juga mempunyai manfaat diberbagai sektor. Seperti pada perusahaan, grafologi dapat membantu proses seleksi awal dengan lebih cepat, dapat menempatkan karyawan sesuai dengan potensinya, melakukan rotasi dan promosi karyawan dengan optimal, serta mengurangi tingkat turnover karyawan. Sedangkan dalam dunia medis, grafologi membantu dalam deteksi awal beberapa tipe gangguan atau penyakit. Lalu pada dunia hukum, grafologi juga membantu di bidang forensik untuk memecahkan kasus dan pada sektor pelajar grafologi berguna untuk panduan dalam memilih jurusan yang sesuai dengan bakat minat.

Tulisan tangan memiliki beberapa tanda positif seperti pada aspek berpikir, kemampuan konsentrasi, perhatian terhadap hal kecil atau detail, dan tanda positif pada tulisan sambung vs tulisan lepas. Dari segi aspek berpikir juga terdapat beberapa pembagian, seseorang memiliki aspek berpikir yang analitis jika mempunyai tulisan tangan yang bersudut tajam dibawah huruf “m” dan “n”. Orang dengan aspek analitis cenderung senang menganalisa suatu informasi dan mencari alasan dibaliknya serta memahami hubungan dari sebab akibat sebelum mengambil kesimpulan akhir. Selanjutnya seseorang memiliki aspek berpikir investigatif dengan tulisan tangan bersudut tajam diatas huruf “m” dan “n”. Penulis senang belajar sesuatu melalui investigasi sendiri dan tidak mudah percaya pada informasi yang sudah didapat.

Terdapat juga aspek berpikir comprehensive yang memiliki tulisan tangan huruf “m” dan “n” tampak seperti huruf “w” dan “u”. Pemilik tulisan ini cenderung mudah paham dan cepat membuat kesimpulan dari informasi yang didapatnya meskipun informasi belum lengkap dan penulis tidak nyaman dengan penjelasan yang panjang dan lambat. Terakhir, penulis dengan aspek berpikir metodis atau cumulative memiliki tulisan tangan huruf “m” dan “n” yang membulat di bagian atasnya. Pemilik tulsan seperti ini senang mengumpulkan informasi step by step, bertahap, penjelasan lengkap; menyelesaikan masalah secara sistematis dan membuat keputusan setelah semua informasi terkumpul.

Tanda positif yang selanjutnya adalah pada tulisan tangan dengan ukuran kecil, pemilik tulisan ini mampu untuk berkonsentrasi dan memperhatikan dalam waktu yang lama, baik dalam mengamati, berpikir atau bertindak. Lebih menyukai tempat yang sepi dimana ia dapat sendirian untuk memecahkan masalah. Adapun pemilik tulisan tangan dengan titik diatas huruf “i” dan “j” cenderung lebih memperhatikan sesuatu secara lebih detail (micromanage). Berikutnya adalah tulisan sambung versus tulisan lepas, orang yang memiliki tulisan tangan bersambung suka akan suatu proses, mempunyai kemampuan asosiatif (mengaitkan satu hal dengan lainnya). Tulisan sambung juga menjadi salah satu indikasi kemampuan relasi sosial. Sedangkan orang dengan tulisan tangan lepas suka sesuatu yang instan dan mengerjakan pekerjaannya satu persatu. Tulisan lepas juga merupakan indikasi sifat yang individual.

Selain tanda-tanda positif juga terdapat beberapa tanda negatif dalam tulisan tangan seperti narrowmindedness dengan tulisan tangan huruf “e” dengan loop tertutup cenderung tertutup akan opini atau pendapat orang lain, argumentative pada pemilik tulisan “p” dengan tarikan yang menonjol keatas cenderung suka dan mudal untuk berdebat atau beragumen. Deliberateness dengan tulisan puncak yang melengkung dihuruf “t” dan “d” memiliki ritme waktu yang relatif lambat dan tidak tergesa-gesa. Impatience dengan tulisan titik pada huruf “i” berada di sisi kanan tiang memiliki ritme waktu yang relatif cepat, kurang sabar dan terburu-buru dan terakhir procrastination dengan T-bar dan titik “i” yang berada di sebelah kiri tiang relatif suka untuk menunda-nunda kegiatan. Itulah beberapa penjabaran materi pada webinar ini.

Liputan Terpopuler