“Kenali Kesehatan Mental : Sudahkah Kita Sehat Mental?

“Kenali Kesehatan Mental : Sudahkah Kita Sehat Mental?

“Sehat Mental Dimulai Dari Diri Sendiri”

“Tiada kesehatan tanpa kesehatan jiwa”. Pernyataan ini merupakan judul artikel yang diterbitkan pada Oktober 2017 oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes). Hal ini menandakan betapa pentingnya kesehatan jiwa atau mental seseorang untuk mewujudkan kesehatan yang seutuhnya. Kesehatan mental masih menjadi permasalahan di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data Word Health Organization (WHO) pada tahun 2016, terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena demensia. Data Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi ganggunan mental emosional dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 14 juta orang atau 6% dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk[1].

Gangguan kesehatan mental tidak hanya dialami golongan tertentu, namun juga dialami berbagai golongan, termasuk mahasiswa. Data terbaru dari WHO, menyatakan bahwa satu dari tiga mahasiswa baru mengalami gangguan mental. Hasil peneltian ini di publikasikan dalam Journal of Abnormal Psychology yang menunjukkan bahwa sebanyak 35% dari 13.984 responden mengalami gangguan kesehatan mental. Gangguan yang paling umum dialami mahasiswa adalah depresi[2].

Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental di Indonesia masih sangat tinggi dan diperlukan upaya untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan mental. Lalu apa itu kesehatan mental? kesehatan mental adalah kondisi yang memungkinkan adanya perkembangan yang optimal baik secara fisik, intelektual dan emosional, sepanjang hal tersebut selaras dengan keadaan orang lain. (Federasi Kesehatan Mental Dunia, 1961 dalam Latipun 2014). Bastaman (1995) dalam Umayah (2013) memaparkan ciri seseorang dengan sehat mental yaitu: 1. Bebas dari gangguan dan penyakit kejiwaan. 2. Mampu secara luwes menyiapkan diri dan menciptakan antar pribadi yang bermanfaat dan menyenangkan. 3. Mengembangakan potensi-potensi pribadi (bakat, kemampuan, sikap, sifat dan sebagainya) yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. 4 .Beriman dan bertakwa kepada Tuhan dan berupaya menerapkan tuntunan agama dalam kehidupan sehari-hari.

Kesehatan mental di Indonesia masih kurang mendapatkan perhatian. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan keluarganya masih mendapatkan stigma buruk dari masyarakat dan tidak meratanya layanan kesehatan jiwa di Indonesia, menyebabkanterhambatnya proses penanganan ODGJ. Selain itu, masyarakat masih menganggap tabu untuk mengakses praktisi kesehatan mental, seperti psikolog dan psikiater. Diperlukan upaya dan kesadaran kolektif untuk mengatasi permasalahan kesehatan mental di Indonesia, dan hal ini bisa dimulai dari diri kita sendiri. Peningkatan kesehatan mental dapat dimulai dengan mengenal dan peka terhadap diri sendiri, menjaga pola hidup sehat, pengelolaan stress yang baik, menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain, melakukan kegiatan yang positif serta mendekatkan diri kepada Tuhan. Sehat Mental Dimulai Dari Diri Sendiri.


[1]Depkes.go.id, PeranKeluargaDukungKesehatan Jiwa Masyarakat, 2016.

[2]CNN Indonesia, Satu daritigamahasiswabarualamigangguan mental, 2018.

Berita Terkait

Berita Terpopuler