“Turning Crisis into Clarity: Fight the Stigma by Overcoming Adversity”
Seminar
Yogyakarta, 8 Oktober 2024.Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day) diperingati setiap tanggal 10 Oktober dan menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental.Sehubungan dengan itu, Laboratorium Klinis Prodi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga bersama dengan Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi (ILMPI) Wilayah IV, mengadakan peringatan hari kesehatan mental sedunia dengan mengusung tema “Turning Crisis into Clarity: Fight the Stigma by Overcoming Adversity” yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan mental dan fisik di lingkungan sekitar. Dalam rangka meningkatkan mengenai kesehatan mental, tema ini dapat merangkum pentingnya mengelola diri secara baik untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan lebih memiliki daya juang yang tinggi. Hal ini sejalan dengan pengertian dari regulasi diri, yaitu kemampuan individu untuk mengendalikan diri sendiri, terutama dalam membawa diri ke dalam standar perilaku yang diinginkan atau untuk menyesuaikan respons batin terhadap berbagai situasi yang dihadapi. Dengan adanya resiliensi dan regulasi diri, seseorang dapat menyesuaikan dirinya untuk menghadapi berbagai kesulitan dan mencapai standar hidup yang diinginkannya. Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Ibu Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, S.Psi., M.Si; Kepala Program Studi Psikologi, Ibu Lisnawati S.Psi., M.Psi; Kepala Laboratorium Psikologi, Bapak Dr. Zidni Immawan Muslimin, S.Psi., M.Si dan para dosen dari prodi psikologi.
Sehubungan dengan itu, Laboratorium Klinis Prodi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga bersama dengan Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi (ILMPI) Wilayah IV, mengadakan peringatan hari kesehatan mental sedunia dengan mengusung tema “Turning Crisis into Clarity: Fight the Stigma by Overcoming Adversity” yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan mental dan fisik di lingkungan sekitar. Dalam rangka meningkatkan mengenai kesehatan mental, tema ini dapat merangkum pentingnya mengelola diri secara baik untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan lebih memiliki daya juang yang tinggi. Hal ini sejalan dengan pengertian dari regulasi diri, yaitu kemampuan individu untuk mengendalikan diri sendiri, terutama dalam membawa diri ke dalam standar perilaku yang diinginkan atau untuk menyesuaikan respons batin terhadap berbagai situasi yang dihadapi. Dengan adanya resiliensi dan regulasi diri, seseorang dapat menyesuaikan dirinya untuk menghadapi berbagai kesulitan dan mencapai standar hidup yang diinginkannya. Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Ibu Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, S.Psi., M.Si; Kepala Program Studi Psikologi, Ibu Lisnawati S.Psi., M.Psi; Kepala Laboratorium Psikologi, Bapak Dr. Zidni Immawan Muslimin, S.Psi., M.Si dan para dosen dari prodi psikologi.
Acara WMHD mengadakan dua kegiatan yakniPeer Counselingdengan temaPeer Counseling With High Empathy and Integrity”yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 2024 dan seminar dengan tema“Turning Crisis into Clarity: Fight the Stigma by Overcoming Adversity”yang diakan pada tanggal 8 Oktober 2024. Kegiatanpeer counselingdilaksanakan dalam dua sesi dengan materi yang disampaikan oleh Ibu Itsna Mawadda Rahmah S.Psi., M.A. Sementara itu, kegiatan seminar diawali dengan pertunjukanpsychodramayang menggambarkan isu kesehatan mental saat ini, diikuti oleh sambutan dari berbagai pihak, termasuk Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Ibu Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, S.Psi., M.Si., Kepala Laboratorium Psikologi, Bapak Dr. Zidni Immawan Muslimin, S.Psi., dan Ketua Pelaksana WMHD Fatima Zahra Kamila. Seminar WMHD mengundang dua pembicara utama, yakni Ibu Dr. Pihasniwati S.Psi., M.A., Psikolog sebagai dosen dan psikolog biro psikologi metamorfosa yang membahas mengenai topikquarter life crisisdan stigma bunuh diri, serta Bapak Syaiful Fakhri, S.Psi., M.Psi sebagai dosen psikologi dan praktisi HR yang mengangkat topik mengenaimental health in workplace.